Tren Lokasi Ruang Perkantoran Jakarta Berubah

ruang perkantoran, perkantoran di jakarta

Maraknya bisnis E-commerce di dalam Negeri mampu merubah tren lokasi ruang perkantoran di kawasan Jakarta.

Pengusaha yang dulu biasa mencari lokasi bisnis di gedung perkantoran, kini berubah lebih memilih di ruko atau daerah perumahan.

“Secara fisik, pengusaha muda yang menjalankan bisnis lebih menghindari untuk berkantor di gedung perkantoran. Lebih-lebih bagi mereka yang bergerak di bisnis E-commerce,” kata Christopher Widyastanto, selaku Associate Director PT Cushman & Wakefield Indonesia pada acara Jabodetabek Property Market Update, di Indonesia Stock Exchange Building, Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, (23/6/2016).

Baca juga: (8 Gedung Perkantoran Yang Paling Mahal di Jakarta)

Menurut Christopher, hal tersebut dipengaruhi oleh keinginan para pebisnis startup yang memilih konsep casual terhadap ruang kantornya.

Selain itu pebisnis startup yang notabene adalah anak muda juga menginginkan fleksibilitas yang tinggi.

“Bila di dalam gedung perkantoran akan banyak aturan. Tentunya hal tersebut tak mendukung bisnis mereka yang mengharapkan aktifitas operasional yang cepat,” katanya.

Secara umum, lokasi ruang perkantoran yang dipilih masih akan berada di kawasan Jakarta saja.

Faktor pemusatan lokasi bisnis di Jakarta sebagai alasan utama mengapa para pengusaha lebih condong membangun ruang perkantoran di Jakarta.

“Kalau di pinggiran kota itu biasanya hanya untuk pabrik yang besar. Ada juga kantor tetapi biasanya sifatnya hanya sebagai cabang dan itu juga hanya di sektor perbankan atau perusahaan multinasional,” ucap Arief.

Arief menambahkan, memiliki lokasi ruang perkantoran di Jakarta adalah hal yang prestisius untuk bisnis, mengingat pusat perekonomian di Indonesia ada di Jakarta.

Lesunya perekonomian Indonesia menurut Arief menjadi sebab utama menurunnya permintaan properti di area Jabodetabek.

“Kuartal kedua tahun ini headline-nya yang harus digaris bawahi adalah pasar properti masih lesu, hingga saat ini kita belum melihat adanya perbaikan yang signifikan pada permintaan, meskipun banyak juga yang bertanya ke kantor kami,” beber Arief.

Faktor turunnya kinerja perusahaan oil and mining juga ikut berdampak buruk bagi bisnis properti di tanah air. Itulah sebabnya kini banyak perusahaan mengurangi ruang kantor nya serta melakukan sub-place ke sektor lain.

Investasi properti juga turut terganggu dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang belum menganggap hal tersebut sebagai kebutuhan pokok.

Sedangkan untuk peningkatan, kata Arief, paling cepat perlu waktu setahun dan juga dipengaruhi oleh perbaikan infrastruktur yang sedang galakkan oleh pemerintah.

“Bisnis properti adalah rantai belakangnya pertumbuhan ekonomi, jadi harus menunggu dan paling cepat butuh waktu setahun,” pungkas Arief (Rangga Baskoro/wartakota.tribunnews.com)

Demikian tadi berita tren lokasi ruang perkantoran Jakarta yang berubah.

Iklan

#jakarta, #perkantoran, #perkantoran-di-jakarta, #ruang-kantor, #ruang-perkantoran