Intiland Kembangkan Segmen Ritel dan Kantor di Surabaya

spazio, gedung perkantoran,

Spazio Surabaya

Grup Intiland yang membuat target kontribusi recurring income sebesar 20 persen dicapai dari area komersial, khususnya ritel. Kantor

Simon Joseph Wirawan, Property Management Director PT Grande Family View mengatakan, pengembangan segmen ritel yang ada di kawasan Graha Festival sepanjang 1,8 kilometer.

Lahan di area tersebut disewakan ke penyewa-penyewa besar. Ada juga pengembangan ritel sebagai penunjang gedung perkantoran.

Baca Juga : Okupansi Perkantoran di Surabaya Diprediksi Tetap di Bawah 70%

Di sepanjang Graha Festival, selain area ritel, juga ada gedung perkantoran, yakni Spazio.

”Maret tahun depan dioperasikan Spazio Tower yang juga perkantoran. Secara umum keberadaan ritel untuk mendukung gedung perkantoran,” kata Simon beberapa waktu lalu.

Di Spazio, yang difungsikan sebagai area ritel seluas 4.000 meter persegi. Termasuk juga pengembangan Hungerbelt Food Corner dari tenant-tenant kuliner.

Karena ada di satu lokasi dengan gedung perkantoran, yang menjadi target market yang disasar salah satunya adalah para karyawan kantor.

”Karena jam kerja kantor terbatas, pada malam hari kami sasar market yang berbeda pula. Seperti anak muda ataupun keluarga,” tambah Simon.

Rencananya pihaknya juga mengembangkan ritel dengan konsep yang sama seperti di Spazio Tower.

Sejauh ini, peranan ritel terhadap total recurring income atau pendapatan berulang yakni sebesar 30 persen.

Sisanya dari penyewaaan ruang kantor, ruang kerja bersama (coworking space), hingga golf.

”Tahun ini kami menargetkan kontribusi recurring income sebesar 20 persen dari total pendapatan di Surabaya,” terang Simon.

Sewa Bisnis Perkantoran

Berdasarkan liputan Investor Daily, banyak pengembang besar yang menggarap bisnis perkantoran di Jakarta, seperti PT Intiland Development Tbk, Ciputra Group, PT Agung Podomoro Land Tbk (APL). APL bahkan sampai membuat produk small office home office (SOHO), antara lain di kawasan Pancoran dan Slipi. Sedangkan Intiland memiliki South Quarter dan Intiland Tower Jakarta. Adapun Ciputra punya perkantoran di Ciputra World Jakarta (CWJ) I dan II.

Menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi, permintaan sewa ruang kantor masih stabil, tetapi cenderung melambat dalam setahun terakhir. Hal itu antara lain dipengaruhi bertambahnya suplai perkantoran sejalan selesainya pembangunan gedung-gedung perkantoran.

Untuk perkantoran disewakan atau beli, kata dia, jenis industrinya bermacam-macam, tidak terpaku pada satu industri saja. “Beberapa industri yang masuk antara lain keuangan, ritel, dan manufaktur.” katanya.

Baca Juga : Kaum Milenial Minati Perkantoran yang Terintegrasi Shopping Center

Theresia mengungkapkan, tren harga sewa kantor justru cenderung stabil dan belum mengalami peningkatan dalam setahun terakhir. Begitu juga dengan okupansinya.

Dia memberikan contoh, okupansi Intiland Tower Jakarta saat ini mencapai 88 persen dengan tarif sewa Rp 250 ribu/meter persegi/bulan. Sedangkan South Quarter di kawasan TB Simatupang okupansinya mencapai 58,5 persen dengan harga sewa Rp 300 hingga 400 ribu per meter persegi per bulan. Adapun okupansi Intiland Tower Surabaya mencapai 67,2 persen dengan harga sewa kantor Rp 90 ribu/meter persegi/bulan.

Iklan