Jangan Resign, Berikut Ini Tips Mengatasi Kantor Toxic

Kata toxic tengah populer di kalangan pekerja kantoran zaman sekarang. Tempat kerja yang toxic bisa membuat karyawan kelelahan, depresi atau bahkan jatuh sakit.

Seperti dilansir The Ladders, toxic dalam konteks dunia kerja adalah kondisi kantor yang tidak ideal, seperti bullying, kurangnya kepercayaan, tidak menghargai, dan bermacam jenis hal negatif lain. Efeknya tidak hanya merugikan fisik karyawan, namun juga kondisi mental.

Baca Juga : 6 Tips Mengamankan Jaringan WI-FI Kantor dari Hacker

Salah satu cara mengatasi kantor yang toxic adalah pindah kerja. Namun, tidak semua orang bisa begitu saja langsung pindah kerja dan dapat cepat dapat pekrjaan baru.

Ada beberapa tips untuk meredakan efek negatif dari kantor toxic. Untuk itu beberapa hal yang haruslahdilakukan mulai dari sebelum berangkat kerja, saat kerja, dan juga sesudah pulang kerja.

Berikut ini tips menghadapi kantor toxic seperti yang dirangkum dari laman The Ladders:

Sebelum Kerja

1. Jangan cek email sebelum kerja

Kemungkinan segala hal terkait kerja dapat memberikan mindset negatif. Jika sebelum berangkat kerja Anda sudah mengecek email kantor, otomatis Anda akan menghabiskan waktu lebih lama dengan mindset negatif.

2. Awali hari dengan mengingat kemenangan kecil

Mengingat “kemenangan kecil” seperti olaharga atau pulang tepat waktu bisa melatih otak untuk mendapatkan kemenangan lebih banyak. Rutinitas itu membuat pikiran lebih fokus ke yang positif daripada negatif.

3. Buat daftar syukur

Tulis keuntungan-keuntungan positif yang kamu dapatkan di kantor. Ini juga membantu memberi mood positif dan mencegah otak terus-terusan beperkiran jelek.

Saat Bekerja

1. Jauhi rekan kerja yang membuat konflik

Jika kamu sadar teman kerja mana yang memicu pertikaian, menyingkirlah dari mereka. Konflik-konflik mereka dapat menimbulkan stres dan membawa efek negatif di kantor.

2. Cari teman

Kehadiran teman menciptakan support untuk saling berbagi perasaan dengan cara yang produktif. Mereka bisa membuat tempat kerja serasa jauh dari kesan toxic.

3. Tingkatkan kualitas diri

Pelajarilah skill baru. Selain menambah ilmu, memperbanyak skill juga menyiapkan diri untuk peluang kerja di masa yang akan datang.

4. Belajar mengganti cara berpikir

Ketika berhadapan dengan interaksi negatif, cobalah pikirkan itu sebagai pengalaman belajar. Memandang sesuatu secara positif dapat mengurangi stres karena itu mengurangi kadar emosi yang Anda berikan dalam interaksi tersebut.

Cobalah tarif napas sebelum merespons sesuatu yang negatif. Beberapa detik itu bisa membantu pikiran kembali fokus untuk mendapat hasil positif.

5. Ciptakan ruang kerja yang positif

Sebuah ruang kerja yang positif bisa membuat Anda merasa nyaman dan aman di tengah kekacauan lingkungan kerja yang buruk. Melakukan personalisasi ruang kerja, seperti meja akan memberikan rasa dapat mengontrol keadaan.

Usai Kerja

1. Ciptakan jarak dari pekerjaan

Penting untuk memisahkan diri dari kerja agar Anda bisa merasakan kenyamanan di rumah. Lakukanlah hobi yang Anda sukai.

Selain menjalankan hobi, olahraga juga bisa jadi pilihan. Aktivitas-aktivitas tersebut bisa menjadi rutinitas yang memisahkan kerja dengan rumah.

2. Buat strategi keluar

Tidak semua orang bisa langsung keluar kerja. Buatlah strategi untuk berkarier di tempat lain jika lingkungan kerja terlalu membuat stres.

Baca Juga : Desain Kantor di Rumah yang Nyaman Untuk Bekerja

Menyiapkan strategi juga menghilangkan perasaan terjebak di tempat kerja saat ini. Teruslah memperbarui resume agar bisa mempercepat pencarian kerja yang baru.

3. Berlatih menghilangkan stres dengan sehat

Meluapkan kekesalan ke teman, atau diri sendiri, adalah cara menghilangkan stres yang tidak sehat. Cobalah membaca, berolahraga, atau medisati untuk menghilangkan stres.

Iklan

#kantor, #kantor-toxic